Minggu, 29 Mei 2016

Di Bawah Awan Kelabu


Awan kelabu

Namaku Alona
Siang itu dikota Rantau matahari seperti sembunyi
Mendung
Seperti hatiku yang entah perasaan tak enak datang karena apa
Jalan merdeka yang lengang membuatku terpusat satu pandangan
Kekasihku datang menjemput
Siang itu mata kuliah berakhir lebih cepat dari biasanya
Ah masih ada waktu mencari hiburan hati yang gusar ini
Dia mengajakku berkeliling kota Rantau itu
"Hari ini aku punya kejutan untukmu"
"Oya,apa kak?"
"Ikut aku ya dek"
Sudah beberapa bulan ini hanya dia temanku
Aku tak berkawan aku jauh dari keluarga

Tak terasa hari mulai gelap
Hujan turun dan aku terjebak
Di kosnya
"Dek,masuk dulu aja.gak enak sama tetangga kos kakak bawa cewe mending ngumpet dulu,nanti hujan reda kakak antar pulang"
Satu jam
Dua jam
Tiga jam
Mulai larut dan saat aku sadar..
Aku terjebak terkunci atau sengaja dia tahan
Pintunya tak bisa dibuka
Mulutku tak bisa bersuara
Dan malam itu berlalu
seperti berlalunya kehormatanku yang dia renggut
Hatiku hancur
Mungkin ini maksud perasaan siang tadi
Bodoh..bodoh karena aku justru mencari penghiburan darinya
Aku meronta tak mampu
Aku menjerit
Ah rasanya ingin mati saja

Satu hari
Dua hari
Tiga hari
Hingga hari ke lima
Dia masih menyekapku
Picik licik jahat
***

Satu bulan berlalu
Aku sakit.. sekali lagi aku tak punya siapapun
Dibawa olehnya aku ke dokter
Tak juga sembuh
Kembali lagi siang itu
Begitu terik tapi petir kenapa datang
Garis merah aku dapati
Aku menangis sejadi jadinya
Disudut kamar mandi
Bagaimana ini..

"Hati-hati dirantau ya Nak,jaga diri baik-baik, kalau tak bisa jaga diri ayah usir saja kau Nak dari rumah ini"
Kalimat terakhir orangtuaku selalu terdengar ditelinga
Harus apa..harus apa..

Aku Alona,
Perempuan lemah nan bodoh
Tak kumiliki tenaga sekuat baja saat siang itu mendung
Malam itu kelabu
Andai saja aku mampu teriak aku mampu berlari
Ibu..ibu..ibu..
Ayah..ayah..ayah..
Sungguh aku tak pernah sengaja

***
Kutemui dia Disudut ruang itu
"Kak,bagaimana ini?aku takut,bantu aku,katakan sama orangtua"
Tembok..buku..meja..kursi..dan semua yang ada disitu saksi jawabanmu
"Aku takut dek,aku takut sama orangtuaku,aku takut sama orangtuamu"
Teman,bisa kalian bayangkan apa rasanya dengar jawabannya
"Terus bagaimana kak?"
"Tunggu satu minggu kakak pasti bertanggungjawab"

***
Satu minggu kemudian
Sore itu dia menjemputku
Tapi..
"Kenapa kakak kunci adek lagi?"
Dan..
6butir obat yang entah apa tanpa merk dia masukkan dalam mulutku

Semua berakhir disini
Mataku terbuka dan aku sudah tak berdaya
Aku marah dan dia mulai membabi buta
Memukulku,menampar pipiku dan melempar tubuhku
Dia kembali mengunciku
Disudut ruangnya yang bau asap rokok
Mataku tak jelas melihat lagi
Yang kutahu dia pergi bersenang senang
Sekembalinya dibawaku pergi..
"Kamu itu setan dek,bikin aku selalu pusing dan marah"
Lalu berlalu meninggalkanmu diujung jalan
Dibawah hujan deras hingga orang takkan pernah mampu melihat airmataku
Dijalan entah dimana

Sampailah aku disudut kota
Seorang sahabatnya menolongku
Dia bercerita
"Ikhlaskan pulanglah mulai lah kehidupan baru, kamu korban kedua baginya, bedanya kamu baik dan tak sepantasnya demikian"
Dia gak layak untukmu

***
Namaku Alona,
Aku kembali kepangkuan orangtuaku,aku menceritakan pahitnya itu.. aku bersimpuh meski aku tetap terbuang

Namaku Alona, penyesalanku selalu mengikuti hingga akhir hayatku. Bersama tangisan hati aku melanjutkan hidup meski aku disebut setengah gila. Aku melanjutkan studyku meski jiwaku sud berbeda

Dan hanya Tuhan yang merangkulku dalam Taubatku. Entah dengan cara apa aku harus menebus Dosaku yang sungguh memalukan ini.Alona

1 komentar: