Balada KDRT
Usia kehamilanku tepat lima bulan ini anak pertama, hari itu sebuah tamparan keras mendarat dipipiku
ya untuk pertama kalinya suami melukai fisikku hanya karena aku ingin jalan jalan cari nasi goreng
yang pertama sekaligus awal dari penderitaanku
hampir setiap minggu atau satu bulan sekali hingga ditahun ke tiga
tahuun ke empat tiap tiga bulan sekali dan tahun kelima lalu tahun berikutnya
apapun yang kamu pegang itu senjata untuk menyakitiku
kamu pegang bantal lalu kamu pukulkan dengan keras ke wajahku
kamu pegang pulpen lalu kamu tusukan ke tanganku
kamu pegang Kayu lalu kamu pukulkan ke tubuhku
kamu pegang gelas lalu kamu lemparkan ke wajahku
kamu pegang gunting lalu kamu gunting rambutku tak beraturan
kamu pegang korek lalu kamu bakar rambutku
aku bahkan menuliskan ini dengan gemetar hati piluu dan mata yang berlinang
Jika kamu tak memegang apapun kamu pakai tanganmu untuk menampar pipi yang seharuskan kamu cium, kamu tonyo kepalaku yang seharusnya kamu belai
kamu cekik leherku hingga aku sulit bernafas
aku hanya diam.. diam dan terus menangis
tapi kamu bahkan tak perduli airmata istrimu
istri yang kamu pilih
istri yang katanya kamu cintai
istri yang mengandung Dan melahirkan anak anakmu
istri yang mencintaimu dengan setulus hatiistri yang menemanimu dalam susah dan senang
istri yang menerimamu saat kamu hanya bermodal baju yang kamu kenakanistri yang melayani segenap permintaanmu
tapi kamu meminta lebih
lebih dari yang manusia sanggup melakukan
menangis tandanya lemah dan itu tidak boleh
berpendapat tandanya berani dan itu tidak boleh
Memberi saran tandanya mengatur dan itu tidak boleh
marah tandanya melawan dan itu tidak boleh
diam tandanya membangkang dan itu tidak boleh
Tidak memaafkan kekasaranmu tandanya Menantang dan itupun tidak boleh
suamiku sayang.. aku harus apa.. aku harus apa.. aku harus apa #hati menjerit
benar surga seorang istri ada ditelapak kaki suami
ridho tuhan tergantung ridho suami
saat aku mengabdi dan menutup aibmu
saat itu kamu jadikan pengabdian ini sebagai senjata menindasku
bukan hanya fisik tapi hati yaang terluka bahkan oleh kasarnya verbalmu
aku goblog
aku pelacur
aku hina
aku gila
aku pantas kamu bunuh
suamiku sayang
jika waktuku sebentar
aku hanya ingin bilang meski aku tak sanggup sungguh..
tapi aku bertahan sungguh..
Tapi aku menyayangimu sungguh..
tapi aku perkorban untuk anak anak ku dan agar tak ada wanita lain selain aku yang kamu sakiti jika kita berpisah
meski aku hancur
meski kelak nyawaku hilang ditanganmu
meski aku tak akan pernah seperti istri istri lain
tapi setia adalah caraku mengabdi
jika benar kesusahanku adalah penghapusan dosaku maka ampunilah segala khilaf dan dosaku ya Rabb
jadikan lah aku seperti istri firaun yang tetap taat dan solekhah meski bersuami semurka firaun
jerman, maret 2016
Terima kasih mba Lutfia sudah mendengarkanku
semoga kisahku membuka hati istri istri diluar sana untuk bersyukur Dan membuuka hati suami diluar sana untuk tidak menyakiti istrinya
lalu aku buka keran dan kududuk dibawah derasnya air agar tak satupun orangtua bahwa aku menjerit
aku tutup kaca dikamarku agar aku tak melihat betapa rambut ini rusak dan Aku buruk
kubuka sajadahku dan Ku bersujud.. izinkan aku menang diakhir hayatku kelak ya Rabb yaitu jika saatnya tiba aku bisa pulang dengan khusnul khotimah amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar